Pusat Info Musik Indonesia

Musik | Free Download Mp3 | Rock Klasik | Info Band | Info Musik | Info Mp3 | Musik Rock Klasik Indonesia | Download Mp3
 
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Biografi Nicky Astria (Bagian 2)

Tanggal : 18 Oktober 2010

DILARANG JADI PENYANYI

Masa tugas Tatang Kosasih di Malaysia berakhir pada tahun 1975. Setelah kembali ke Bandung, ia pun kembali bekerja sebagai staf Kanwil Depdiknas Provinsi Jawa Barat. Nicky melanjutkan sekolahnya di kelas 4 SD Negeri Halimun. Selain itu, bakat Nicky sebagai penyanyi juga makin menonjol, lebih-lebih setelah ayahnya membelikan seperangkat alat musik bagi anak-anaknya. Maklum, Tatang dan Andrina dikenal sebagai seniman Sunda. Selain menguasai berbagai seni Sunda, Tatang cukup piawai memainkan gamelan Sunda. Andrina juga dikenal sebagai penari Sunda yang cukup populer.

Di rumah mereka yang cukup besar di Jalan Palasari, Bandung, dua perangkat musik memenuhi ruang tamu keluarga. Seperangkat adalah gamelan Sunda dan seperangkat lain alat musik modern, seperti gitar, organ, piano, dan drum. Wajar saja kalau keempat saudara Nicky akhirnya mampu memainkan kedua jenis alat musik itu. ‘Rumah musik’ itu kian hiruk-pikuk manakala teman-teman ayah Nicky atau teman kakak-kakak Nicky datang. Akibatnya, rumah ini tidak pernah sepi dan menjadi tempat ‘ngepos’ banyak seniman Bandung. Di antara para musisi yang sering datang ke rumah itu antara lain, Euis Komariyah, Uum Gumbira, Tati Saleh, Deddy Dores, dan Denny Sabri, seorang pencari bakat.

Oleh ayahnya, Nicky pun didorong untuk mengikuti berbagai festival penyanyi pop tingkat kabupaten/kotamadya dan kemudian tingkat provinsi. Ia juga mengikuti latihan menari tradisional Sunda, dan berhasil menguasai berbagai jenis tarian. Setiap kali Nicky akan mengikuti festival menyanyi, ayahnya akan memanggilkan dua guru privat ke rumah, yaitu Panji Trisna Senjaya dan Sukaeti Hidayat, yang ditugasi melatih teknik vokal Nicky untuk jenis lagu seriosa dan keroncong. “Saya dulu sangat malas kalau disuruh les nyanyi,” kenang Nicky. “Setiap kali mereka datang, saya sembunyi di kamar. Untunglah, keduanya sangat sabar dan kreatif. Karena hobi saya makan kerupuk dan bakso, maka setiap kali datang, mereka selalu membawakan saya oleh-oleh bakso dan kerupuk, ha...ha...ha....”

Kalau lupa atau tidak sempat membelikan makanan kesukaan Nicky itu, mereka harus siap dengan uang seribuan sebagai iming-iming. “Mau jajan, nggak?” ujar sang guru, sembari mengacung-acungkan uang itu di depan Nicky.

“Nicky memang sangat malas kalau disuruh berlatih vokal,” ujar Panji Trisna. “Karena itu, saya suka marah-marah kalau sedang melatih dia. Saya bilang, ‘Kamu ini jadi mau ikut festival tidak, sih?’ Tapi, dasar anak cengeng, kalau dimarahi dia langsung menangis. Anehnya, meski latihannya malas-malasan, ia selalu meraih juara pertama atau kedua dalam setiap festival di tingkat kabupaten atau provinsi. Saat itu ia selalu bersaing ketat dengan Ruth Sahanaya, yang juga orang Bandung,” lanjutnya.

Ketika masih duduk di SD, Nicky sudah mengikuti Festival Penyanyi Pop Anak-Anak atau lebih dikenal dengan Bintang Kecil. Di awal SMP (SMP Negeri 13), ia mengikuti Festival Penyanyi Pop Tingkat Remaja. Tapi, seperti juga semua saudaranya yang berlatih musik semata-mata untuk hobi, kepada Nicky ayahnya juga selalu mengingatkan dengan tegas, “Daddy tidak mau punya anak menjadi penyanyi. Kamu boleh menyanyi, tapi untuk hobi saja!”

“Meski peralatan musik di rumah lengkap, orang tua kami sama sekali tidak menginginkan kami menjadi musisi maupun penyanyi,” tutur Dicky. “Berulang kali mereka mengingatkan, musik hanyalah untuk pergaulan atau untuk menyalurkan energi, bukan sebagai pekerjaan utama. Sebagai anak, kami lebih dituntut untuk menyelesaikan pendidikan setinggi mungkin.”

Nicky ingat betul betapa ayahnya sangat khawatir ia bakal jadi penyanyi. Namun, Nicky sendiri tidak terusik, karena ia sendiri tidak pernah bercita-cita jadi penyanyi atau jadi orang terkenal. “Meski saat itu saya menyadari punya talenta menyanyi, tidak pernah terpikir sedikit pun untuk mengembangkannya secara serius,” ujar Nicky. Ia justru ingin menjadi dokter atau insinyur. Tapi, setelah lulus SMA (SMA Negeri 7 Bandung) ia justru ingin menjadi penyiar radio agar bisa cepat mendapat uang dan bisa membantu ibunya.

SETAHUN NUNGGAK SPP

Menurut Dicky, alasan kedua orang tuanya menyiapkan semua peralatan musik itu di rumah adalah agar anak-anak mereka tidak banyak main keluar rumah dan kegiatannya bisa dipantau secara langsung. “Jadi, biarpun teman yang datang sampai puluhan orang, Papa-Mama tidak pernah marah atau menegur kami. Bahkan, Mama senang menyiapkan makanan dan minuman untuk teman-teman kami.”

Ternyata, tidak hanya darah seni yang diwariskan kedua orang tuanya kepada Nicky. Ia juga hobi menjamu dan memberi hadiah bagi orang-orang terdekatnya. Akibatnya cukup fatal. Suatu hari Tatang dipanggil ke sekolah Nicky di SMP Negri 13, Bandung, dan diberi tahu oleh pimpinan sekolah bahwa selama setahun Nicky tidak pernah membayar uang SPP (sumbangan pelaksanaan pendidikan). Tentu saja Tatang sangat kaget dan malu. Pasalnya, setiap bulan ia tak pernah lalai memberi uang SPP kepada putrinya.

Berbagai kecemasan menyelimuti hati Tatang. Tapi, sesampai di rumah, semua amarah itu tiba-tiba sirna saat bertemu putri tunggalnya itu. Dengan lemah lembut ia pun bertanya, “Nicky tidak pernah membayar SPP, ya?“ Nicky mengangguk dengan penuh ketakutan. Setelah dipancing-pancing, barulah keluar pengakuannya bahwa uang SPP itu ia gunakan untuk... mentraktir teman-teman sekolahnya!

Menurut Nicky, yang gemar membaca komik-komik ‘putri raja’, seperti Cinderella, Putri Salju, atau karya-karya Hans Christian Andersen, uang itu tidak seluruhnya dipakai untuk mentraktir teman, tapi juga untuk menyewa dan membelikan buku atau barang-barang lain kesukaan teman-temannya. “Saya memang suka sok bossy. Bos biasanya kan suka mentraktir, he...he...he...,” kenangnya, sambil tertawa.

Sebagai remaja, mungkin saat itu ia masih butuh pengakuan. “Tapi, semua itu saya lakukan bukan karena ingin dipuji atau disanjung, melainkan karena saya memang suka melakukannya. Kadang-kadang sekadar ingin menolong teman, atau ingin fun saja. Hampir seperti hobi,” lanjutnya.

Di saat lain, Tatang juga mendapat laporan bahwa Nicky yang baru duduk di kelas 2 SMP, sering bolos sekolah gara-gara malas mengerjakan PR. Meski setiap pagi Nicky mengenakan seragam sekolah, ia tidak pernah pergi ke sekolah. Ia hanya berjalan beberapa ratus meter dari rumahnya dan kemudian pulang kembali ke rumah setelah ayahnya sudah pergi ke kantor dan ibu serta kakak-kakaknya kuliah. Nicky kemudian naik ke bagian atap rumah agar tidak kelihatan orang lain, dan kalau sudah kepanasan baru masuk ke balik plafon. Akibatnya, genting rumahnya sering pecah.

Namun, lama-kelamaan ada juga yang mengetahui kelakuannya, dan melaporkan kepada ayahnya. Sebenarnya, ayahnya tahu bahwa Nicky sering bolos sekolah dan ngumpet di plafon rumah. Namun, lagi-lagi Tatang tidak tega memarahi putri kesayangannya itu. Pada saat makan malam bersama, Tatang menyindir Nicky dengan berkata pada Dicky, “Sepertinya, di rumah kita ini kalau siang sering ada maling yang suka naik ke atap. Tuh, banyak genting yang pecah. Coba besok siang, sekitar pukul 10-11 siang, kamu lihat ke atas plafon. Siapa tahu kamu bisa menangkap malingnya.” Nicky hanya terdiam, ketakutan sekaligus malu. Sejak itu Nicky kapok membolos dan ngumpet di plafon lagi.

Bersambung ...

Biografi Nicky Astria (Bagian 1)

Tanggal : 14 November 2009

Diposting dari www.femina-online.com

Suatu hari di tahun 1974, seorang bocah perempuan kelas 3 SD menangis meraung-raung keras sekali di suatu daerah wisata di Bangkok, Thailand. Putri Kepala Sekolah Indonesia di Malaysia itu ngotot minta dibelikan boneka yang sangat besar dan tinggi seperti yang baru saja dibeli salah seorang teman mainnya. Meski sudah dibujuk-bujuk oleh ayahnya, bocah itu terus meronta-ronta, dan malah makin meningkatkan ‘power’ tangisnya. Begitu dahsyat lengkingannya, sehingga beberapa orang di dekatnya terpaksa menutup kuping. Di pihak lain, sang ayah bersikukuh tidak mau mengabulkan permintaan gadis kecilnya itu. Akhirnya, karena tak mau mengganggu orang lain, sang ayah membawa bocah yang tengah menjerit-jerit itu pulang kembali ke cottage. Setelah meninggalkan makanan dan minuman, sang ayah mengunci si bocah di dalam cottage dan bergabung kembali ke rombongannya, para staf pengajar Sekolah Indonesia di Malaysia berikut keluarga masing-masing. Ketika sore hari ia kembali ke cottage, bocah perempuan cengeng itu didapati sudah tertidur pulas karena kecapaian menangis. Setelah terbangun bocah itu langsung dipeluk dengan mesra oleh sang ayah. “Kamu tahu tidak, kenapa Daddy tidak mengizinkan kamu membeli boneka itu?” tanya ayahnya. Gadis kecil itu menggeleng dengan sikap malas-malasan. Ayahnya melanjutkan, “Kamu boleh minta apa saja, tapi jangan meniru orang lain!” Kini, gadis kecil itu sudah menjadi ibu dari dua anak perempuan, yaitu Zana Zhobita Arethusa atau Obiet (12) dan Hana Amedia atau Oniel (7). Dialah Nicky Nastiti Karya Dewi atau lebih dikenal dengan nama Nicky Astria.

Nicky mengaku, selama hidup baru kali itulah sekali-kalinya ia dimarahi dan mendapat perlakuan sangat keras dari ayahnya. Sebagai satu-satunya anak perempuan (keempat dari lima bersaudara) dari pasangan Tatang Kosasih Wirahadimana dan Andrina Heryati, sejak kecil Nicky memang sangat manja dan diistimewakan oleh ayahnya. Dia tidak pernah dimarahi, apalagi dipukul.
Meski berbuat kesalahan, mojang Bandung kelahiran 18 Oktober 1967 ini tidak pernah disalahkan. Setiap kali berantem dengan kakak maupun adiknya, Nicky tetap saja dibenarkan dan dibela oleh ayahnya, yang berprofesi sebagai guru sekaligus salah seorang perintis berdirinya SMP Negeri XI Bandung. “Kalau Daddy pulang dan melihat mata saya sembap, maka orang seisi rumah, baik Mama, adik, maupun kakak-kakak, pasti akan langsung dimarahi,” kenang Nicky.

Dicky Nugraha Karya Budi, kakak sulung Nicky, bisa memaklumi perlakuan itu. “Karena Nicky satu-satunya anak perempuan, dia agak diistimewakan oleh Papa dibanding yang lain. Sikap Papa seperti itu tidak membuat anak-anaknya yang lain menjadi iri, karena Papa juga sangat memanjakan kami semua. Hingga saat ini hubungan kami sesama saudara memang sangat dekat,” tutur Dicky.
Nicky mengakui, ia memang lebih dekat dengan ayahnya ketimbang dengan ibunya. Bercerita tentang sang ayah, banyak kenangan manis yang tidak bakal terlupakan olehnya. Setiap hari ayahnya selalu memeluk dan mengelusnya, disertai ucapan-ucapan yang lembut. Hampir semua keinginannya selalu dipenuhi. Kalau pas tidak bisa memenuhi keinginan putrinya, sang ayah akan merayu dan membujuknya sedemikian rupa.

Suatu hari, ketika duduk di SMP, Nicky pernah merajuk kepada ayahnya agar dibelikan sepeda motor bebek. “Dad, sekolahku sekarang kan lumayan jauh, dan semua temanku juga naik motor. Aku juga dibelikan motor, dong, Dad...,” rayu Nicky. Seperti biasa, ayahnya memeluk dan mengelus rambut putrinya. Dengan sikap kebapakan, ayahnya menjawab dengan penuh humor, “Karena Daddy belum punya uang, bagaimana kalau kita beli bebeknya dulu, dan sepeda motornya belakangan?” Alhasil, Nicky malah tertawa terbahak-bahak dan melupakan permintaannya.
Dalam kesempatan lain, ayahnya mengajak Nicky berhumor di meja makan. Saat itu ibu Nicky tengah meneruskan kuliah di akademi seni tari, sehingga terkadang tidak sempat memasak. Padahal, sang ayah tidak mau makan, kalau bukan masakan istrinya. Suatu hari di meja makan hanya tersedia nasi dan sayur angin lompong (sayur pelepah pohon lumbu yang diberi santan).Menyadari putrinya tidak berselera melihat lauk itu, sang ayah lantas mengajak putrinya berkhayal. “Sekarang ini Daddy sedang membayangkan jadi tukang becak yang sudah dua hari tidak makan nasi. Nah, coba kamu bayangkan, dalam kondisi capek dan perut sangat lapar, sayur ini terasa seperti daging ayam kampung. Hmmm… nikmatnya!“ Bagaikan tersihir, Nicky yang semula ogah-ogahan, akhirnya malah ikut lahap menyantap makan siangnya.

Nicky kecil juga sangat tomboy. Ia lebih suka bermain dengan teman laki-laki. Jenis-jenis permainan yang ia sukai juga sangat laki-laki, misalnya main layang-layang, kelereng, petak umpet, bahkan sepak bola.

Tahun 1972, Tatang Kosasih diangkat menjadi Kepala Sekolah Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Nicky yang saat itu baru berusia lima tahun, bersama ibu dan keempat saudaranya (Dicky, Yacky Prayadna Karya Bakti, Bucky Wibawa Karya Guna, dan Sacky Santosa Karya Satya), ikut menetap di negeri jiran itu. Dari segi usia, belum saatnya ia masuk SD, tapi karena di Sekolah Indonesia tidak ada taman kanak-kanak, dan karena dianggap sudah mampu, ia pun dibolehkan masuk SD. Dan, sejak pindah ke Malaysia itu pula, Nicky mengubah panggilannya kepada ayahnya. Dari Papa menjadi Daddy, meniru teman-temannya di sekolah dan di tempat main.

Pindah ke Malaysia, pada awalnya Nicky agak kesulitan berkomuni-kasi dengan teman-temannya yang menggunakan bahasa Indone-sia. Pasalnya, selama di Bandung

“Benar, angkanya genap. Tapi, nama angkanya berapa?” tanya gurunya lagi.

“Ya, genep!”

“Betul, hasilnya genap, tapi berapa?”

Karena jengkel dicecar terus-menerus, Nicky pun lari keluar kelas sambil menangis. Ia langsung menuju ke ruang kerja ayahnya. “Dad, tiga ditambah tiga sama dengan genep, ‘kan?”

“Genep itu bahasa Sunda. Bahasa Indonesia-nya enam, Neng,” jawab sang ayah, sembari mengusap air mata putrinya.

Nicky mengakui, semasa kecil ia memang sangat cengeng, sedikit-sedikit menangis. “Kalau menangis lama dan kalau marah suka berteriak-teriak keras sekali,” kenang Dicky. “Karena cengeng itulah, ia sering digoda oleh kakak-kakaknya. Karena matanya sipit, ia suka diledek seperti orang Cina. Karena itu, kami lantas memanggilnya Ona, singkatan dari ‘orang Cina’.”

Meski demikian, ia disayang banyak guru. Salah satunya adalah guru keseniannya, Suhaimi Nasution. Selain senang melihat sikap pede Nicky, Suhaimi merasakan adanya talenta seni suara pada muridnya yang satu ini. Itu sebabnya, beberapa bulan menjelang acara HUT Kemerdekaan RI tahun 1975, Suhaimi menghadap ayah Nicky, meminta izin untuk mengikutkan Nicky dalam tim paduan suara.

“Memangnya anak saya bisa nyanyi? Di rumah, dia itu cengeng sekali, kerjaannya nangis melulu,” kata ayah Nicky, yang malah terheran-heran.

“Betul, Pak. Putri Bapak suaranya bagus.”

Sejak itu, Nicky bersama teman-temannya dilatih menyanyi oleh Suhaimi. Selain itu, di rumah ia terus berlatih sendiri. Saat acara tujuh belasan itu digelar di Gedung Kedutaan RI di Kuala Lumpur, Nicky pun naik panggung untuk pertama kalinya. Bocah yang sebelumnya dikenal sangat manja dan cengeng ini, malam itu mampu membawakan lagu Ibu (biasa dinyanyikan oleh Rano Karno) dengan bagus sekali. “Ibu saya sampai menangis. Selama ini Mama tahunya saya cuma anak manja dan cengeng. Mama tidak mengira bahwa ternyata saya juga bisa menyanyi, di depan para tamu terhormat pula,” kenang Nicky.

Sejak menyadari putrinya ternyata punya bakat menyanyi, sang ayah lantas banyak melibatkan putrinya itu dalam berbagai kegiatan. Nicky juga sering diikutkan dalam kegiatan Kedutaan Indonesia

keluarganya selalu berkomunikasi dalam bahasa Sunda. Karenanya, Nicky sering kali tertawa sendiri kalau mengingat kembali saat awal-awal ia bersekolah di Malaysia. Misalnya, saat gurunya bertanya, “Nicky, tiga tambah tiga sama dengan berapa?”, Nicky pun menjawab lantang, “Genep!” menyambut perayaan-perayaan hari nasional maupun internasional. Selanjutnya, Nicky bahkan diminta untuk menyanyi dalam acara anak-anak di TV Malaysia.

Bersambung .......

Andre (Stinky) TaulaniTinggalkan Stinky

Tanggal : 07 Oktober 2009

Lantaran jadwal dalam dunia akting dan presenter makin padat, Andre Taulani memutuskan hengkang dari Stinky, grup band yang membesarkan namanya itu.
Menurut bintang dalam acara 'Ngelenong Nyok' ini, dirinya telah resmi cabut dari Stinky sejak sekitar dua bulan lalu.

"Aku sudah keluar dari Stinky sejak satu setengah bulan yang lalu,"ucap pria yang dikenal dengan nama Andre Stinky itu di salah stasiun televisi swasta di daerah Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).

Kendati telah resmi tak lagi bergabung dengan Stinky, bapak beranak satu itu mengaku masih akan menekuni dunia tarik suara. Rencananya, presenter acara 'Halal' itu akan membuat album solo.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini aku mau bikin album solo,"imbuh lawan main Zaskia Mecca dalam film layar lebar berjudul 'Kiamat SUdah Dekat' itu.

Biografi Grup Band Stinky

Stinky yang terlahir dari sebuah SMA di Jakarta Barat pada tahun 1992 ini menggunakan Sigung (hewan pada komik Donald Bebek) sebagai logo grup. Sigung adalah binatang yang memiliki senjata pamungkas dengan baunya tapi sebenarnya dia adalah binatang romantis. Makanya mereka lebih suka pakai nama itu dan kesan romantis itu bisa terdengar dari tema lagu - lagu yang mereka mainkan. Lewat lagu romantis pula nama Stinky berkibar. Band yang terdiri dari : Andreas Tulany [Vokal], Edy Suryo Triputrianto [Drum], Ndhak Surahman Hartono [Gitar], Helman Maulana [Gitar] dan Irwan Batara [Bas] semula adalah band rock. Stinky yang juga bisa berarti Satu Pikiran, S berarti satu Tinky berarti Thinking.

Semula mereka berasal dari dua band yang berbeda yaitu Trailer dan Madesu [Masa Depan Suram], mereka suka berkompetisi saat acara perpisahan SMA, tapi nggak tahunya dua - duanya sama jelek, akhirnya mereka putuskan untuk gabung dan jadilah Stinky. Setelah lulus SMA Stinky ikut beberapa festival dan dari beberapa festival itu mereka dapat meraih gelar kejuaraan. Stinky dua kali ikut festival rock di Budi Luhur dan meraih dua penghargaan Grup Terbaik dan Grup Terfavorit pada tahun 1993. Selain itu Stinky juga meraih juara harapan di festival Jakarta Rock [Jak Rock]. Dari tiga prestasi itu mereka membuat demo - demo yang ditawarkan hampir kepada semua perusahaan rekaman di Jakarta. Waktu itu konsep musiknya rock. Tapi nggak diterima.

Stinky lantas banting setir. Dari rock mereka mencoba peruntungan di jalur pop. Disaat mereka sudah putus asa Irwan pun mencoba menciptakan lagu pop, terciptalah lagu dengan judul `Asa Yang Tersisa`. Setelah tiga tahun bergerilya dengan mengirim demo, akhirnya Billboard tertarik. Agustus 1995 Stinky mulai kontrak dan mulai merilis album pertama sampai beredar pada tahun 1996 dan album tersebut meledak dan stinky-pun terangkat namanya dan mensejajarkan diri dengan band-band populer pada masa itu.

http://www.ticketsolutions.co.uk

Tanggal : 29 Juni 2009

Concert music tickets sometimes be very difficult, especially when the show is a popular singer or popular band like Oasis, Coldplay, Britney Spears, etc. In addition, we also need to be queued waiting with a very long time, if the ticket has not been exhausted and irritated certainly disappointed in the heart, even until the rage. Remember saying that like the idol of the god for some people.

A site has been the desire http://www.ticketsolutions.co.uk many people who want to get concert tickets easily, not only music concert tickets in http://www.ticketsolutions.co.uk but also others music event tickets and sports tickets.

http://www.ticketsolutions.co.uk site is the easiest and best solution to get concert tickets, sports events and other music on-line. Moreover, fig payment can use the credit card Visa, Master Card and Maestro

Kronologis Kecelakaan Nike Ardilla

Tanggal : 28 Maret 2009

18 Maret 1995, Sabtu

06:00 : Nike Ardilla di rumah kontrakannya,Jl. Mangga No.10A, Fatmawati-Jakarta Selatan. Ia tampak kelelahan setelah syuting Trauma Marissa II yang makan waktu sembilan jam dan baru berakhir pukul 02.00. Adegan terakhir Nike sebagai Marissa adalah mengadili dokter Parsidi (drg. Fadly). Ada sejumlah temannya berkunjung sejak dini hari, yakni Deddy Dhukun, Rany Noor, Melly Guslow, Mona, Nona, Anggun dan Fitri. Malam itu, Nike tidak bisa tidur dan minta Nona menemaninya nonton film Cinderella di video VHS yang baru dibeli. Ia juga sempat minta dido’a kan dan berpesan agar Fitri sepupunya yang ikut dia dijaga baik-baik.

08:00 : Nike dan Sofiatun Wahyuni (Atun) menuju lokasi syuting Warisan II di Jl. Atletik, Bogor. Mobil Nike dikemudikan Alim, sopir yang dipinjam pak David, tetangganya di Jl. Mangga.

10.00 : Tiba di lokasi syuting. Nike langsung minta maaf kepada seluruh kru. Ia juga memeluk Darto Joned. “Lama sekali, sampai-sampai saya tanya, Kenapa kamu?”, kata sang sutradara. Ketika di make-up, tiba-tiba saja Nike minta alisnya dirias bak Marlyn Monroe, idolanya.

12.30 : Syuting dimulai. Nike mendapat jatah empat adegan. Pertama terima telepon, disusul adegan bertengkar dengan Bram (Tahta), lalu makan sambil berdialog dengan ayahnya (El Manik). Terakhir adegan turun tangga. Nike sempat minta air jeruk, kecap, roti bantal. Katanya untuk mengobati suaranya yang serak. Ia juga minta rokok Marlboro kepada seorang kru, padahal biasanya cuma menghisap Dunhil hijau. Yang aneh saat syuting adegan bertengkar dengan Bram. “Bagaimana mungkin satu scene yang mestinya rampung setengah jam, makan waktu 3,5 jam” Tahta menceritakan kembali. Menurut Tahta, berkali-kali Nike minta maaf karena salah ucap. “Dia sering nambah-nambahin dialog. Perkebunan jadi perkebunannan. Sebentar-sebentar lihat skenario, seperti nggak ada yang nempel. Saya sampai kehabisan akal. Tapi anehnya para kru diam saja. Padahal biasanya mereka suka nyeletuk.” Menurut Tahta, pada adegan ketika ia memegang pundak Nike, terasa begitu dingin tanpa ekspresi. “Kata orang, yang saya hadapi sebenarnya bukan Nike lagi,” ujarnya sambil merinding.

19.30 : Syuting selesai. Sebelum pamit ke Bandung, Nike sempat memeluk Darto lagi. “Saya sempat mencegahnya karena mengkhawatirkan staminanya, apalagi esok paginya dia harus syuting lagi,” kata Darto. Karena tak bisa mencegahnya, Darto cuma berpesan supaya hati-hati. Sebelum pulang, lagi-lagi Nike minta alisnya dirias seperti Malrlyn Monroe. Selama perjalanan ke Bandung, Nike tak banyak bicara. Alim yang nyetir, Nike dan Atun duduk di jok belakang.

23.00 : Di rumah, Nike sempat minta maaf kepada ibunya. “Do’a kan Neneng (panggilannya di rumah), agar tetap sehat. Kalau ada kesalahan, hampura (maafkan; Sunda) saja. Selama ini Neneng sudah menyusahkan Papi-Mami,” katanya, seperti ditirukan Atun. Ny. Nining Ningsihrat, ibu Nike meng’iya’kan saja, tanpa firasat apapun.

23.30 : Nike dan Atun meninggalkan rumah. Nike yang nyetir, sementara Alim disuruh istirahat
karena besok kembali ke Bogor. Ditengah perjalanan ke diskotik Studio East, Nike ditelepon Eddy Bogel, fotografer Aneka. Ia diminta langsung ke Hotel Jayakarta di Jl. Ir. Juanda, karena teman-temannya dari Jakarta ingin ke Diskotik Pollo di Jl. Asia Afrika. Dan Nike sudah janji mengantar mereka.

19 Maret 1995, Minggu.

00.00 : Nike dan Atun tiba di Hotel Jayakarta, Bandung. Mereka langsung menuju Pollo dengan tiga mobil, bersama-sama Eddy Bogel, Ari Sihasale dan seorang peragawati.

00.30 : Tiba di Pollo. Nike bertemu dengan Titi Dj, Bucek Deep, Lucy Dahlia dan lain-lainnya. Malam itu Nike cuma pesan orange juice, biasanya dicampur vodka. Ia lebih banyak duduk sambil terdiam. “Saya dua tahun ikut dia, jadi kenal betul kebiasaannya. Nggak biasanya dia begitu,” kata Atun.

03.00 : Mereka meninggalkan Pollo. Nike melihat ban kiri mobilnya kempes. Denny Mukti membantunya memasang ban cadangan yang lebih kecil dari ban lainnya. Nike sempat diingatkan Denny agar hati-hati.

03.30 : Tiba di Restoran Kintamani, Jl. Lombok. Nike sempat bilang sama Atun, ingin makan makanan yang belum pernah ia makan, Ia pesan sop jagung dan aqua. Lagi-lagi ia banyak diam. Kepada Padma Sigit, restauran captain, ia sempat bilang sambil menunjuk atap, “Ada kucing.” Sigit cuma tersenyum.

04.30 : Keluar dari Kintamani. Nike lebih dulu mengantar Eddy Bogel dan Ari Sihasale ke hotel.

05. 15: Meninggalkan hotel Jayakarta. Dengan kecepatan sedang saja karena mobil terasa tidak stabil, mereka menyusuri Jl. Ir. H.Juanda, lalu masuk Jl. Sultan Agung, Jl. Trunojoyo, Jl. Aceh, dan Jl. RE Martadinata. Jarak Hotel Jayakarta dengan lokasi kecelaka’an sekitar 6,5 km saja. Tapi agak mengherankan, kecelakaan itu terjadi sekitar satu jam kemudian.

06.15 :……………………………………….

Biografi Nike Ardilla

Tanggal : 24 Maret 2009

Raden Nike Ratnadilla atau Nike Ardilla adalah penyanyi Indonesia kelahiran Bandung, 27 Desember 1975 yang wafat di Bandung, 19 Maret 1995, pukul 06:15 WIB, akibat kecelakaan mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di pinggir jalan kota Bandung.

Nike Ardilla terlahir dengan nama Rd.Rara Nike Ratnadilla. Rd.Rara adalah sebuah julukan kebangsawanan untuk seorang putri keturunan ningrat di Jawa Barat, Nike sendiri konon masih keturunan Raja Galuh.

Adapun nama Nike Ratnadilla,berasal dari:

Ni,diambil dari suku kata nama depan sang ibu,yaitu Ningsirat,Ke,diambil dari suku kata bagian depan nama sang ayah, yaitu Kusnadi (Ku dirubah jadi Ke). Rat, diambil dari Ningsirat, Nadi diambil dari Kusnadi, dan ditambahkan lla, jadilah nama Nike Ratnadilla.

Di awal kariernya,Nike menggunakan nama Nike Astrina dan sempat mengeluarkan single album berjudul “Gadis Foto Model”, yang merupakan sountracknya juga film tersebut. Tahun 1990-an, Nike atas permintaan produser, Nike merubah namanya menjadi Nike Ardilla yang diambil dari nama belakangnya…tapi ada juga yang mengatakan, nama Ardilla diambil dari nama gunung yang ada di Ciamis,yaitu gunung Ardillaya. Dengan nama nama Nike Ardilla yang disandangnya, Nike berhasil menaklukan dunia hiburan diIndonesia.

Nike juga memiliki nama kecil, yaitu Keke, Neng, atau Amoy.Keluarga besar Nike, biasa memanggil dengan sebutan “Neng” (nama kecil buat anak perempuan di daerah parahyangan) dan Nikemania biasa memanggil dengan sebutan “Teteh” (panggilan hormat untuk seorang wanit, biasanya wanita yg lebih tua di daerah sunda).

Biografi Mel Shandy

Mengawali karir sebagai penyanyi rock sejak usia belasan tahun ini memang kerap mengikuti ajang festival. Diantaranya pernah menggondol juara Lady Rockers se-Jabar (1986). Bersama grup Rons Adam, Mel duet dengan Lady Avisha sempat mengikuti Festival Rock se-Indonesia IV (1987), tapi kandas di semi final. Tapi sosok penyanyi bertubuh mungil ini menarik perhatian Log Zhelebour, yang kemudian mengajak rekaman, dan melahirkan album Biangala (1989). Sebelumnya Mel sudah bikin album berjudul Gacoan (1986), sayang gaungnya tidak terdengar.

Baru di album Bianglala garapan Jockie Soeryoprayogo, dengan hits -nya Bianglala dan Ulah Tuan dan Nona, nama Mel Shandy langsung mengorbit dideretan lady rockers papan atas, macam Nicky Astria, Anggun C Sasmi, dan Ita Purnamasari. Album ini sekaligus menandai awal perjalanan Mel sebagai lady rockers ke puncak popularitas.

Dalam kiprahnya di musik, penyanyi kelahiran Bandung, 26 September 1971, bernama Melinda Susilarini ini tergolong konsisten menggeluti jalur rock. Selain lantang meneriakan lagu-lagu rock, Mel juga dikenal sebagai qoriah. Dan nama Mel Shandy sempat menjadi satu-satunya lady rockers andalan Logiss Records. Setelah merilis album Komar (1999), namanya kurang banyak lagi terdengar di panggung rock.

Di bawah bendera Logiss Records, Mel sudah melahirkan sejumlah album dan single, yang musiknya ditangani Jockie S, Teddy Sujaya, dan Azis MS. Albumnya antara lain: Bianglala, Nyanyian Badai, Biang Keladi, Ngeri (bersama Metal Boyz), dan Komar (1999). Sedang single -nya,Halusinasi, Takdir, Angin Malam, Nyanyian Janji, Gejolak Hati.

Biografi Slank

Tanggal : 20 November 2008

Slank history started when junior high schools boys Bimbim, Uti, Boy, Kiki, Abi, and Well Welly formed CSC (Cikini Stone Complex) and played the music of their idol, The Rolling Stones. The band was short-lived and changed its name to Red Evil, with Bimbim and Kiki still playing.

With this band, Bimbim, Kiki, Erwan, Denny and Bongky not only played Rolling Stones numbers but began to compose their own songs.
Though playing cover music, the band had an incredible stage presence.
Their earliest fans called it, in Betawi lingo, slenge'an, which means reckless, ignorant and indifferent.

And so, Red Evil became Slank. With fame and money came drugs. This was cited as one of the reasons why the band changed formation a number of times before settling on the formation it has had now.

Drummer Bimo "Bimbim" Setiawan Almachzumi; guitarist Abdee Negara; guitarist Mohammad "Ridho" Ridwan Hafiedz; bassist Ivan "Ivanka" Kurnia Arifin and lead vocalist Akhadi "Kaka" Wira Satriaji are no accidental heroes.

While many musicians try desperately to run with the in-crowd through the addition of piercings, tattoos and punk hairstyles, for example, "cool" comes naturally for the guys from Slank. Genuinely humble and minus other celebrities' "busy being popular" attitude, the guys spared time for an interview on Wednesday at their oh-so-popular base-camp, Gang Potlot, in Kalibata area, South Jakarta.

Casual and composed, Bimbim seems to be the glue that holds his band mates together. Though staying true to the Rolling Stones influence in their music, Slank has left behind it the stereotype of "party hard, die young" rockers.

Kicking their drug habits in 2000, the guys have taken on new roles and are leading the moral movement against corruption, which has seemingly become a trendy pastime for state officials and power holders. Slank have gone against the grain from the very beginning of their careers, and grown to be heroes for their fans, or Slankers, who now number a staggering 10 million or so across the country.

"We're proud of being Indonesian, you could call us true nationalists even. We always bring the red-and-white on stage. Slankers too are enthusiastic. These days, where else you can find a junior high school student proudly waving the national flag if not at our concerts," said Bimbim, the former member of the group.

"Their emotional attachment to us is absolutely no burden, though it means responsibility. We're not politicians," Bimbim said. "Slankers, whoever they are, have become our eyes, ears and hearts -- everywhere," Kaka jumped in. "From Slankers, we have a greater knowledge of how many potholes are in one area, for example, than the public works minister," Bimbim said.

Good management has led to other things. Slank's management -- Pulau Biru -- knows how to keep these loyalists within their reach and Slank apparently plays it cool with them, for they have to lead the moral movement too for their fans.

"If a slanker gets drunk, another slanker will reprimand him. It's not the way it should be. We've been there and done that," Kaka said. It certainly seems to be Slank's year with two album releases -- one's in Japanese, the other in English -- released in the USA end of September. "It's good to be able to dream, you know, but for us it's best to have one dream at a time. Make it real and dream another one," Bimbim said.

Emmy Fitri - Jakarta Post
Edited by ASS - slank.com

Kode Lagu Friendster dan Radio Online Untuk Blogger

Tanggal : 15 November 2008

Untuk memasang di friendster anda.. Pertama buka friendster, kemudian login, lalu pilih [ My Profile ] -> [ Edit Profile ] - > [ Customize ]. Scroll sampai habis / paling bawah.. ada kotak isian untuk dengan nama [ media box ]. Silahkan masukan kode di bawah pada form input media box yang disediakan disana dan simpan perubahan yang anda buat.. Udah selesai .. ;)

Pernahkah teman-teman pusing menghias profile friendster, myspace atau facebook anda, dan kadang juga mesti bingung cari lagu baru untuk dipasang di friendster sobat semua.. Sekarang itu tinggal kenangan. :D. Gudanglagu sudah membuat sebuah playlist top lagu terbaru untuk anda pasang di profile anda, ga usah pusing nyari lagu baru, karena kami akan selalu berusaha menyesuaikan playlistnya dengan komposisi lagu terbaru sekarang.. enak bukan ;)

Kemaren teman teman bloger juga pengen memasang radio online yang pernah ada di blog ini. Kemaren sempat hilang karena beberapa masalah.. Sekarang playlist ini juga bisa dipasang di blog anda.. Makin keren khan.. blognya punya radio online.. Playlistnya update lagi.. dan enaknya.. anda sama sekali ngak perlu repot ngupdate lagu yang baru…

Selengkapnya di :
http://gudanglagu.com/info/kode-lagu-friendster-dan-radio-online-untuk-blogger/

Duo Van Halen + Chad Smith (RHCP) + Joe Satriani

Tanggal : 13 November 2008

Apa jadinya jika duo Van Halen : Sammy Hagar dan Michael Anthony bergabung dengan drummer Red Hot Chili Peppers, Chad Smith ? Kalau itu belum fenomenal menurut anda, bagaimana ika line-up band tersebut ditambah dengan kehadiran dewa gitar Joe Satriani?

Percaya atau tidak, Sammy, Michael, Chad dan Joe telah membentuk sebuah band dengan nama Chickenfoot!! Tentu saja ini merupakan kabar gembira untuk seluruh penikmat musik di dunia. Apalagi aliran musik yang diusung oleh band maut ini adalah rock ala LeD Zepplin.

Bagi anda yang penasaran akan band ini, Sammy berkata kalau mereka sudah menulis 8-9 lagu dan akan memulai rekaman mereka sekitar bulan September. Sammy kembali bertutur kalau akhir 2008, Chickenfoot diharapkan sudah siap merilis album anyarnya.

Dikutip dari : http://www.forumdrum.com

Pickup Gitar & Spesifikasinya

Tanggal : 12 November 2008

Apa itu pickup? Mengapa dia dinamakan demikian? Pickup adalah sebuah transducer yang akan mengubah energi getar dawai menjadi energi listrik, untuk kemudian diteruskan melalui kabel. Dinamakan pickup karena dia bertugas mem-”pickup” (mengambil) setiap getaran dari dawai tersebut.

Mengganti pickup gitar dan bass sekarang sudah sangat sering dilakukan. Tapi apa alasannya, sehingga harus menggantinya? Jawabannya kembali pada pertanyaan, “Sudah puaskah Anda dengan sound gitar Anda tersebut?” Hampir 99 % dari semua gitar, kini dibuat dari bahan dasar yang sama, yakni kayu, string, hardware, dan pickup. Tiap komponen ini memainkan peran yang sama dalam memformulasi sound-nya. Boleh jadi kita sudah memiliki sebuah instrumen yang terlihat keren dari sisi fisiknya, dan cukup baik juga dalam hal playability-nya. Tetapi, olala…ternyata sound-nya tidak seperti yang kita harapkan. Ada apa ini? Jawabnya singkat saja, pickup yang ada di instrumen itu bukanlah pickup untuk Anda.
Bagaimana menemukan tone dalam memilih pickup yang sesuai selera Anda? Ide di bawah ini semoga bermanfaat untuk Anda.
Pertama, kenali nada (tone) seperti apa yang ingin kita peroleh. Apakah kita perlu output yang lebih besar? Atau apa kita perlu tone yang tipis saja? Apakah tone yang kini tampil terasa kurang di bagian bottom end-nya? Atau apakah tone yang menonjol pada sisi dinamikanya, yang kita cari?
Nah, pertanyaan seperti di atas harus Anda jawab lebih dahulu. Inilah langkah awal kita bermain dengan pickup.
Selanjutnya, cari tahu dengan membaca katalog produk atau bertanya kanan-kiri, apa saja yang berkaitan tentang pickup. Jika beruntung, Anda bisa saja menemukan guide tentang pickup dalam sebuah CD yang dikeluarkan dan dijual oleh pabrikan pickup, contohnya seperti The Journey is The Destination yang dibuat oleh Seymour Duncan/Bassline. Sedangkan pabrikan lainnya biasanya juga menyertakan contoh sound pada situs resminya. Kalau tidak, terpaksa Anda hanya akan menebak-nebak melalui spesifikasinya saja.
Membaca spesifikasi pickup memang perlu. Walaupun hal itu tidak menggambarkan apapun tentang sound-nya. Hanya saja melalui spesifikasi itu pula kita bisa memperkirakan sound-nya. Jadi tidak asal “Tebak-tebak buah manggis.”
Magnet
Ada beberapa jenis magnet yang digunakan untuk pickup gitar. Tapi pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu Ceramic dan Alnico. Alnico sendiri merupakan magnet yang terdiri dari gabungan Aluminium, Nikel, dan Cobalt.
Magnet termasuk salah satu yang cukup memberi kontribusi pada tone. Karena magnet inilah yang akan menentukan seberapa besar medan magnet yang akan tercipta dari getaran sang dawai. Dan hasilnya berupa sustain dan tone yang smooth atau yang lebih dramatis.
Alnico juga masih terdiri dari Alnico II dan Alnico V yang secara total dapat memberikan perbedaan yang lumayan mencolok. Alnico II akan menghasilkan sound yang lebih smooth, lebih warm dengan tone yang khas. Sedangkan Alnico V cenderung lebih bright, lebih berdinamika dengan kadar bottom end yang lebih tight dibanding yang Alnico II. Contoh pickup terkenal yang menggunakan magnet Alnico II adalah: Alnico II Pro Humbucker, Seth Lover Model SH-55, Stag Mag SH-3, dan Pearly Gates SHPG-1 yang kesemuanya adalah buatan Seymour Duncan. Sedangkan pickup DiMarzio yang menggunakan Alnico II adalah Seymour Duncan yang menggunakan magnet Alnico V adalah: ’59 Model SH-11, Jazz Model SH-2, Screamin Demon SH-12, dan JB Model SH-4. DiMarzio juga menggunakan Alnico V pada tipe Tone Zone, Paf Pro, dan lain-lain.
Lain Alnico, lain pula Ceramic. Ceramic ini terbuat dari paduan antara bahan material yang diambil dari bumi, seperti Barium dan Strontium. Pembuatannya sendiri melalui tekanan dan panas yang sangat tinggi. Bila Anda mencari pickup yang powerfull dengan dinamika yang lebar, maka pickup yang bermagnet Ceramic ini adalah untuk Anda. Karena Ceramic akan menghasilkan medan magnet yang jauh lebih hebat dibandingkan yang Alnico. Seymour Duncan memilih magnet ini untuk tipe pickup Duncan Distortion SH-6. Sedangkan DiMarzio menggunakan magnet ini untuk Super Distortion, X2N, dan Evolution.
Coil
Pada dasarnya, pickup terdiri dari dua komponen, yakni sebuah magnet dan gulungan kawat tembaga yang disebut coil. Gulungan ini akan melilit dengan jumlah ribuan kali pada masing-masing bobbin. Perbedaan antara besar bobbin, banyaknya jumlah gulungan, serta ukuran kawat tembaga yang digunakan juga akan memberi perbedaan pada hasil akhir unjuk kerja sebuah pickup. Gulungan yang lebih sempit dan lebih dekat pada pole pieces seperti yang banyak digunakan pada single coil-nya Fender, akan menghasilkan sound yang cenderung lebih treble. Sedangkan desain berbeda seperti model P-90 akan menghasilkan sound yang lebih Fat dengan respon mid-range yang lebih warm.
Jumlah Lilitan
Jumlah lingkaran kabel tembaga yang terlilit di sekitar kumparan juga akan mempengaruhi tampilan pickup dan tone keseluruhan gitar Anda. Sebuah pickup yang terlalu banyak memiliki lingkaran, akan punya tingkat output yang tinggi. Sebaliknya, pickup dengan lingkaran yang kecil akan menciptakan suara yang lemah dan tipis. Maka di sini kita perlu pintar-pintar mendapatkan pickup yang memiliki jumlah lingkaran yang pas, agar suara yang tampil bisa oke punya.

Resistansi DC

Panjang kawat dan jumlah lingkaran pada coil, masing-masing berperan penting dalam menentukan tingkat resistansi DC. Biasanya, kian tinggi resistansi DC, akan kian tinggi pula output dan akan kian rendah respon treble. Untuk single coil, tingkat resistansi DC biasanya berada di sekitar 6.5k untuk sebuah tone vintage, dan 15 k untuk sebuah tone ber-output tinggi. Untuk humbucker, resistansi DC-nya berkisar antara 7.5 k hingga 16.5 K.
Output Millivolt
Ada juga pabrikan pickup yang mengukur outputnya berdasarkan millivolt. Besarnya angka millivolt ini menandakan besarnya output. Makin besar dia, makin tinggi pula output-nya. Output yang besar lebih disarankan untuk pickup yang akan digunakan pada posisi bridge. Alasannya adalah karena hebatnya getaran dawai akan kian berkurang semakin mendekati bridge, sehingga pickup beroutput besar akan mengkompensasikan hal itu. Pickup yang beroutput sama besar juga bisa bekerja dengan baik dalam sebuah gitar. Hanya saja yang ber-output besar lebih tidak disarankan untuk dipasang di posisi neck.
Tone Guide
Ada beberapa pabrikan pickup yang juga memberikan Tone Guide pada lembar spesifikasinya. Hal ini biasanya berupa besar kecilnya repro masing-masing rentang frekuensi. Hal ini akan sangat membantu kita dalam menentukan pickup pilihan kita, misalnya pada pickup Super Distortion-nya DiMarzio dengan tone guide, bass 8.0, Mid 7.5, dan treble 5.5. Ini akan menggambarkan pickup tersebut cukup bagus pada respon low-end-nya, cukup hanya di sesi mid-range, namun agak dark di respon treble-nya.
Cara Memilih
Menentukan pilihan memang memerlukan sangat banyak pertimbangan. Dengan berbagai point yang sudah dibahas di atas, memilih pickup-nya harusnya sudah menjadi jauh lebih mudah.
Dalam memilih pickup, yang pertama harus ditentukan adalah model yang diinginkan. Apakah single coil atau humbucker? Lalu tetapkan tone yang Anda inginkan. Apakah akan lebih banyak bermain di frekuensi rendah, seperti power chord dan modern rock, atau yang lebih bright? Kalau sudah dapat, barulah tentukan output yang diinginkan.
Output yang lebih besar akan menentukan seberapa besar kadar distortion yang bisa dihasilkannya. Output yang besar juga biasanya menyebabkan respon treble-nya makin berkurang. Hanya saja hal ini masih bisa diatasi dengan knob “Treble” pada amplifier atau efek Anda.
Sudah jauh lebih sederhana bukan? Masalahnya sekarang adalah bagaimana mendapatkan informasi yang akurat seputar spesifikasi pickup tersebut? Memang kebanyakan toko alat musik di Indonesia ini memang agak “pelit” dalam membagikan katalog dari masing-masing produknya. Paling-paling kita hanya mendapatkan brosur yang biasanya hanya berupa selebaran yang tidak memuat data lengkap tentang pickup tersebut. Parahnya lagi, kadang kita cuma mendapatkan selebaran poster A4 yang hanya terdapat gambar si gitaris dengan merek pickup yang dia gunakan, padahal yang kita butuhkan lebih dari sekedar poster.
Solusinya adalah dengan mengunjungi sistus resmi dari masing-masing pabrikan pickup tersebut. Bisa dipastikan bahwa semua data seputar spesifikasinya bisa kita dapat di sana. Kalau Anda beruntung, ada juga situs yang menyertakan file MP3 yang menperdengarkan contoh sound-nya.

Sayangnya…

Spesifikasi memang sama sekali tidak membuat kita jadi bisa menentukan sound seperti apa yang akan dihasilkan pickup itu nantinya. Karena ada faktor lain yang menentukan sound, seperti gitar dan amplifikasinya. Untuk gitarnya, beberapa hal akan turut memberi kontribusi pada sound-nya. Mulai dari material kayu untuk bodi dan neck, string yang terpasang dengan tuning-nya, amplifikasi dan efek yang digunakan, sampai pada teknik picking si gitaris.
Tapi setidaknya, tetaplah menjaga pickup tersebut dalam keadaan sangat baik, tanpa cacat. Walaupun sound-nya tidak cocok dengan Anda. Karena pasti ada gitaris di luar sana yang membutuhkan sound dari pickup tersebut. Dan bisa dipastikan dia akan dengan senang hati membayar pickup second Anda. Apalagi kondisinya memang sangat bagus. “So.. keep it clean…!”

Dikutip dari : http://www.audiopro.co.id

Biografi Grup Band Ungu

Tanggal : 25 Oktober 2008

Ungu merupakan band papan atas yang banyak melejit dengan lagu-lagu religinya Ungu merupakan gabungan dari beberapa warna. Filosofi inilah yang coba diadaptasi oleh band yang dibentuk oleh Franky Hadiakto. Beberapa musisi bekerja sama dan menghasilkan musik yang indah, gitu kira-kira yang diinginkan si pencetus nama untuk bandnya yang baru kebentuk.

Ungu terbentuk sejak lama. Jakarta, September 1996 tepatnya. Ungu yang pantang menyerah kendati sudah sering berganti formasi akhirnya mendapatkan kesempatan rekaman di bawah naungan label Warner Music Indonesia, untuk sebuah album kompilasi bertajuk Klik. Dalam album tersebut Ungu menyumbangkan 2 lagunya.

Pada tahun 2002, barulah Ungu berhasil membuktikan kemampuan bermusik mereka. Kali ini di bawah naungan label Hemaswara/Musica, Ungu akhirnya merils album debut mereka yang berjudul Laguku. Dengan 12 lagu ciptaan anak-anak Ungu sendiri, mereka ternyata juga mengundang musisi senior macam Sawung Jabo untuk membantu mereka menggarap aransemen string. Hasilnya bisa didenger di lagu-lagu macam Laguku, Maafkanlah dan Embun Hati. Musik Ungu menggabungkan gitar, bas, drum dan vokal menjadi 12 lagu beraliran pop progresif dengan sedikit unsur rock dalam album ‘Laguku’ ini.

Personil Ungu :

Pasha (Vokalis)
Nama Lengkap: Sigit Purnomo S.S.
TTL : Donggala, 27 November 1979

Bergabung dengan Ungu karir pertama sebagai model dan telah muncul dibeberapa iklan, main sinetron bergabung dengan beberapa band sebelum bergabung dengan Ungu. Tidak banyak yang tahu bahwa pernah menjadi juara II lomba Adzan Sulawesi Tengah. Cowok ternyata pandai mengaji ini sempat berkuliah di ABA-ABI sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih berkarir musik.

MAKKI (BASSIS)

Nama Lengkap : Makki O. Parikesit
TTL : Jakarta, 23 Oktober 1971

Bergabung dengan Ungu: 1996 Ketika sedang mengambil gelar Indiana University, Amerika Serikat. Makki memperkaya kemampuan bermusiknya dengan bermain bersama sebuah band yang bernama Joint Session, yang selain menjadi band keliling sekitar Midwest, juga merupakan band pembuka beberapa konser grup musik ternama seperti. Toad the Road Sprocket dan John Mallencamn. Ketika kembali ke Jakarta tahun 1996, Makki sempat bergabung dengan Harris Ioni dan beberapa sesi in promptu sampai akhirnya membentuk UNGU.

Enda Gitaris
Nama Lengkap: Franco Medjaya
TTL : Kudus, 4 Maret 1978

Bergabung dengan Ungu 200, Cowok yang akrab dipanggil Enda ini memulai karirnya sebagai teknisi gitar untuk gitaris band ini. Ketika kebutuhan akan gitaris kedua, muncul Enda membuktikan bahwa ia adalah orang tepat untuk mengisi posisi itu. Lulusan fakultas hukum Universitas Ratulangi ini mudah dikenali dengan sebuah anting dibawah bibirnya.

Onci (Gitaris)
Nama Lengkap: Arlonsy Miraldi
TTL : Palu, 2 Oktober 1981

Bergabung dengan 2003, yang sebelumnya bergabung dengan Funky Kopral merupakan personil terakhir bergabung dengan UNGU. Dikenal sebagai gitaris energik dan bermusikalitas baik kehadiran. Onci menjadi nilai tambah bagi UNGU.

Rowman (Drummer)
Nama Lengkap: M. Nur Rohman
TTL : Jakarta, 9 Januari 1974

Bergabung dengan Ungu 2001, sebelum ke Ungu Rowman adalah drummer grup musik bernama Garux yang sempat meramaikan dunia musik Indonesia.

Biografi Anggun C. Sasmi

Anggun Cipta Sasmi atau dengan nama panggilan Anggun, perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974 adalah sosok penyanyi dengan talenta yang sangat luar biasa. Selain kesabaran dan kerendahan hatinya, Anggun juga memiliki sense of music yang sangat tinggi. Anggun Cipta Sasmi berarti "keanggunan yang terlahir dari mimpi" dalam bahasa Bali.

Pada masa kanak-kanak, Anggun sudah memperlihatkan bakat menyanyinya. Saat Anggun berusia 5 tahun, ia berhasil membuktikan talentanya tersebut dengan penampilannya di atas panggung Ancol dan di usia 7 tahun, ia mengeluarkan sebuah album untuk anak-anak, bahkan ia sukses menyusun buku cerita yang juga ditujukan untuk anak-anak. Sebagai penyanyi cilik, Anggun sudah mahir menyanyikan lagu-lagu berbahasa asing seperti "The love of the women", "Oh darling" dan "Mother".

Ayahnya, Darto Singo (alm.) mendidik Anggun kecil dengan penuh kedisiplinan; Anggun dilatih teknik suara perut, suara dada, sampai suara otak. Latihan keras yang dijalani Anggun bahkan mengharuskan kemampuan menahan nafas dalam hitungan menit yang cukup lama, dengan bedak ditangannya sebagai alat pengukur. Namun Anggun menjalani dengan penuh semangat dan motivasi tinggi. Alhasil Anggun cilik menjadi penyanyi dengan kemampuan teknik vokal yang luar biasa. Hal ini membuat kagum musisi senior di jamannya, seperti Willy Soemantri. Selain itu juga Anggun cilik bahkan sudah menguasai 300 lagu berbahasa asing serta menciptakan lagu. Salah satu karya yang ditulisnya berjudul "Aneka Ria". Sungguh suatu kebanggaan luar biasa bagi keluarga, dan siapapun yang mengenalnya.

Kesuksesan Anggun dikancah musik tanah air, membuat Indonesia dan masyarakatnya bangga terhadap Anggun. Menengok sejarah bermusik Anggun, kita masih diingatkan pada beberapa albumnya seperti Dunia Aku Punya (1986), Tua-Tua Keladi (1990), Anak Putih Abu-Abu (1991), Noc Turno (1992), dan Anggun C. Sasmi, lah! (1993). Sederet album yang menjadi bukti terciptanya julukan "Lady Rocker" untuk Anggun.

Tidak hanya sampai disitu, mimpi besar Anggun adalah eksis dan menjadi penyanyi berkaliber internasional. Tanpa gembar-gembor dan tanpa press conference, Anggun mewujudkan mimpinya itu dengan mengambil keputusan besar; meninggalkan Indonesia yaitu pada tahun 1994. Adalah Erick Benzi, salah satu produser terkenal di Paris - Prancis yang juga berhasil mencetak Celine Dion, yang akhirnya bertemu Anggun. Dari situlah Anggun bergabung dengan label rekaman Sony Music Prancis. Album perdananya diliris dengan judul Au Nom de la Lune atau Snow On the Sahara pada tahun 1997.

Nama Anggun meroket seketika. Album ini laku keras di pasaran Eropa bahkan berhasil menembus pasar Amerika yang menjadi barometer musik dunia. Album debut ini terjual ribuan copy, tidak hanya di Prancis dan kawasan Asia, tapi juga di banyak negara Eropa; seperti Belgia, Italia, Switzerland, dan negara-negara lainnya.

Bukti kesuksesan ini terwujud dengan diraihnya penghargaan atas angka penjualan album Anggun, yakni Double Gold di Prancis, Double Platinum di Italia, Gold di Singapura, Gold di Switzerland, Platinum di Malaysia, dan Triple Platinum di Indonesia, juga sukses yang luar biasa di Amerika; album Anggun terjual sebanyak lebih dari 200.000 copy. Ini yang mencatatkan Anggun sebagai artis pendukung dalam tour bertaraf internasional, Lilith Fair yang melibatkan artis kenamaan lainnya seperti Sarah McLachlan dan Erykah Badu.

Tahun 1998, album internasional Anggun kedua lahir dengan judul Désirs Contraires atau Chrysalis (versi berbahasa Inggris untuk pasar internasional) dan lagi-lagi Anggun meraih sukses atas penghargaan Gold di Italia, Platinum di Prancis, Double Platinum di Indonesia, serta Multi Platinum di beberapa negara luar Asia. Bahkan single berjudul "Still reminds me" menduduki Top 5 dalam The Music & Media Europe Brokers Breakers Charts.

Rangkaian jadwal keliling dunia sudah banyak Anggun lalui, diantaranya World Music Award, MTV Music AWARD, TOP OF THE POPS, SILVER SCREEN AWARD, WOMEN INSPIRE AWARD, juga berjumpa dengan Paus Paulus II di Vatikan untuk konser spesial di hari Natal.

Anggun menjadi kebanggan tersendiri bagi Indonesia, Prancis, dan kebanggan dunia pada umumnya. Hal ini dibuktikan dengan kembali diraihnya beberapa penghargaan, termasuk pada The International Exhibition of the Music Industry di Miden, penghargaan khusus dari menteri kebudayaan Prancis, dan Diamond Award untuk angka penjualan albumnya yang mencapai 1,5 juta copy di luar Prancis.

Prestasi Anggun terus dan terus berlanjut. Anggun ikut berpatisipasi dalam pembuatan soundtrack dua film besar di Skandinavia, yaitu Anja & Victor dan Open Heart. Anggun kembali meraih prestasi cemerlang karena film Open Heart masuk dalam nominasi lagu terbaik pada ajang Danish Film Award 2003.

Anggun sempat berduet dengan rock star berkebangsaan Italia bernama Piero Pelu dalam "Amore Imaginato", lagu tersebut berhasil menduduki peringkat 1 pada The National Italian Airplay Charts selama 2 bulan berturut-turut. Selain itu, Anggun ikut ambil bagian pada proyek amal Gaïa bersama Midnight Oil, Zucherro, Cesare Evoria, dan penyanyi kenamaan lainnya.

Tahun 2005, Anggun ditunjuk PBB sebagai Spoke Person of Microcredit (program kredit usaha kecil untuk negara berkembang). Selain itu, Anggun terpilih sebagai brand ambassador pada produk Audemars Piguet.
Kini, Anggun kembali datang dengan 'tampilan' yang semakin bercahaya bak Luminescence (cahaya yang bersinar terang-red.), album terbaru Anggun dengan hits single : "In your mind", "Undress me", "Savior" (OST Transporter II), "I'll be alright", dan "Crime". Kesuksesan “Konser untuk Negeri” yang digelar di 3 kota besar tanah air, yakni Jakarta, Medan dan Bandung membuat nama Anggun semakin diperhitungkan di dunia musik. Publik internasional pun menikmati album ini, Luminescence dirilis pula di Prancis. Italia, Belgia, Switzerland, Indonesia, Malaysia, Singapore, Yunani, Thailand, Kanada, Uni Emirat Arab, Jerman, Austria, Skandinavia, Belanda, Polandia, dan Jepang. Dari angka penjualannya, tercatat Platinum di Prancis, Gold di Italia, Gold di Switzerland, dan Double Platinum di Indonesia.

Terakhir, wujud apresiasi Indonesia terhadap karir dan prestasi Anggun diungkapkan melalui Anugerah Musik Indonesia (AMI) dalam nominasi tunggal Best International Artist pada akhir tahun 2006 serta sebuah album kompilasi khusus bertajuk "Best-Of" yang berisi lagu-lagu terbaik plus tiga lagu klasik berbahasa Indonesia milik Anggun; "Mimpi", "Bayang-Bayang Ilusi", dan "Takut" yang dinyanyikan ulang dengan iringan musik Andy Ayunir dan Grup Orkestra Saunine. Pada tahun 2007, album ini juga dirilis di Italia dengan track list yang sedikit berbeda.

Biografi Prisa Adinda


Nama: Prisa Rianzi
Nama Lengkap: Prisa Adinda Arini Rianzi
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta / 6 Januari 1988
Tempat Tinggal Sekarang : Jakarta
Gitar : Jackson DKMG Arch Top, Jackson USA Randy Rhoads RR1, Fender USA Telecaster Flathead Custom Shop, Ibanez Universe 7-String UV777BK, Martin & Co X series & Fender Strat Eric Clapton
Efek : Boss Reverb RV-2, Tonebone Hot British, Ibanez Tube Screamer 808
Ampli : Mesa Boogie Single Rectifier, Roland Cube 30
Group Band Saat ini : Vendetta
Pengalaman Band : Dead Squad, Zala
Pengaruh Musikal : Lamb Of God, Arch Enemy, Killswitch Engage, Children Of Bodom, Spawn Of Possesion, John Mayer, Tahiti 80, Mae, Dashboard Confessional, Copeland, Jimmy Eat World,
Style Permainan : Metal, Pop
Teknik Favorit : Power Chord, Arpeggio



Prisa pertama kali belajar gitar karena kebetulan. Sewaktu masih SMP, Prisa tinggal di asrama kemudian iseng maenin gitar punya temannya. Gara-gara dimarahin sama yang punya gitar, akhirnya Prisa bertekad balas dendam dengan ikut ekskul gitar. Akhirnya Prisa dan temannya ikut ekskul barengan sambil balapan siapa yang nantinya lebih jago.

Tahun 2005 sampai pertengahan tahun 2006 nama Prisa cukup dikenal di scene underground bersama band metalnya, Zala. Band ini cukup menyita perhatian lantaran isi personelnya cewek semua. Tapi tidak hanya sekedar menjual image saja, skill mereka juga tidak kalah sama band-band cowok. Tahun 2006 bisa dibilang sebagai tahun emasnya Prisa dimana karirnya baik secara pribadi maupun kelompok makin sukses. Secara pribadi, ia terpilih menjadi model untuk portal gitar pertama di Indonesia, Gitaris.com. Ia juga sering disebut sebagai Miss Gitaris.com karena selalu menjadi wakil Gitaris.com di berbagai event dan media. Bersama bandnya, Zala, ia beberapa kali tampil di event metal underground bahkan sampai Java Jazz 2006.

Bulan Juni 2006 kemudian Prisa tergabung dalam band baru bernama Dead Squad. Di band ini ia berpasangan dengan salah satu gitaris dari keluarga Item yang juga merupakan personel Andra & The Backbone, Stevie Item. Kemudian pada bulan Juli Prisa mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan salah satu maestro gitar Indonesia, Eet Sjahranie dalam penampilan Edane di PRJ. Bersama Edane, Prisa tampil membawakan lagu Cry Out dan Kau Manis Kau Ibliz. Selain itu ia juga dikontrak selama 2 bulan sebagai additional gitaris dan backing vocal untuk 'band sejuta copy', Sheila On 7, yang baru ditinggal salah satu gitarisnya. Bersama SO7 sempat tampil di SCTV dalam acara World Cup 2006 dan ikut dalam tour hingga ke Malaysia.

Tahun 2006 Prisa telah memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan akademis dan memilih untuk terjun sebagai musisi profesional. Langkah yang diambil oleh Prisa untuk masuk ke industri musik adalah merilis album solo perdananya yang beraliran pop. Rencananya album tersebut akan dirilis setelah lebaran tahun 2007. Sebelum albumnya dirilis ia terlebih dahulu tampil sebagai 'guest musician' di album ke-2 J-Rocks sebagai vocalis dan gitaris untuk single Kau Curi Lagi. Prisa juga memiliki side project lain yang ia beri nama Morning Star. Morning Star merupakan project iseng lain Prisa diluar album solonya. Hal ini menjadi pembuktian dari Prisa kalau ia juga mahir dalam permainan gitar akustik.

Bulan Juli 2007 Prisa diendorse oleh pihak Jackson Guitars. Ia dikontrak untuk menggunakan gitar Jackson DKMG Arch Top. Sebuah gebrakan yang sangat fenomenal mengingat ia adalah gitaris Indonesia pertama yang diendorse oleh Jackson.

Akhir tahun 2007, Prisa memutuskan keluar dari DeadSquad dan membentuk band metal yang seluruh personelnya wanita. Band itu dinamakan Vendetta. Di band ini Prisa juga sudah mulai memainkan gitar 7-string. Hingga awal tahun 2008 Prisa lebih sering terlihat di tv sebagai bintang tamu dalam sejumlah penampilan band-band papan atas tanah air seperti J-Rocks, Samsons, dan The Titans.

* Data menarik seputar Prisa (2003) Additional vocal dan model video clip Seringai
* (2006 Jan) Terpilih sebagai Miss Gitaris.com
* (2006 Mar) Tampil bersama Zala di Java Jazz
* (2006 Apr) Tampil di harian Kompas 23 April 2006 dalam artikel mengenai Gitaris.com
* (2006 Mei) Talk show (Prisa + Mayzan) di GlobalTV dalam liputan mengenai Gitaris.com
* (2006 Jun) Tampil bersama Sheila On 7 di Panggung World Cup sebagai additional vocal
* (2006 Jul) Tampil bersama Edane sebagai guest gitaris di PRJ (membawakan 2 lagu)
* (2006 Jul) Tampil bersama Abdee Slank dalam sebuah klinik
* (2006 Jul) Model cover majalah Gitar Plus
* (2006 Jul - Ags) Additional gitar+vocal Sheila On 7 (Promo tour album 507) hingga ke Malaysia
* (2006 Ags) Model cover majalah HAI edisi "Sekarang Giliran Anak Metal"
* (2006 Sep) Demonstran (bersama Irvan) untuk produk kabel Analysis Plus selama 4 hari di Balai Kartini
* (2006 Nov) Tampil di majalah Trax edisi 11/2006 di column 'GirlDoYouRock'
* (2006 Des) Duet bersama Mayzan di acara gathering Gitaris.com membawakan lagu Elixir dari Marty Friedman
* (2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel menampilkan Prisa
* (2007 Jan) Majalah Audio Pro menampilkan profil & wawancara Prisa
* (2007 Feb) Gitaris.com di Black In News Trans 7 menampilkan Prisa
* (2007 Mar) Koran Tempo menampilkan profil Prisa.
* (2007 Ags) Tampil sebagai guest vocal + gitar J-Rocks untuk single Kau Curi Lagi
* (2007 Okt) Interview di O-Chanel
* (2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata (Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet Sjahranie, Tohpati, dan Dewa Budjana
* (2007 Des) Bintang tamu di acara Belum Cukup Gede (Trans 7)
* (2008 Jan) Liputan khusus Prisa di GlobalTV.
* (2008 Feb) Guest star dalam penampilan band Samsons
* (2008 Feb) Artikel khusus Prisa sebanyak 6 halaman di majalah HAI
* (2008 Mar) Guest star dalam tur penampilan The Titans di Palembang
* (2008 Apr) Prisa tampil sebagai presenter untuk acara Inbox (RCTI)

Biografi Nicky Astria

Tanggal : 16 Agustus 2008

Mencari penyanyi rock cewek yang berkelas memang tidak gampang. Itu yang dirasakan Log Zhelebour, produser spesialis rock yang juga bos Logiss Records. Sejak promotor rock ini terjun menggeluti dunia rekaman baru Mel Shandy satu-satunya lady rockers yang bernaung dan sekaligus jadi andalan Logiss Records. Setelah era Mel, Log belum ada lagi lady rockers yang masuk jajaran Logiss Records. Lalu dirangkullah Nicky Astria yang hingga kini tetap bertahan dan masih eksis dengan melahirkan album Kemana? (2003).

Bisa dibilang bahwa penyanyi yang saat ini dimanajeri Log Zhelebour, merupakan satu-satunya lady rockers yang konsisten dan tetap eksis di jalur rock. Di saat banyak penyanyi-penyanyi yang menyandang predikat sebagai lady rockers bergeser ke pop, justru Nicky semakin memperkokoh posisi dan eksistensinya sebagai lady rockers papan atas yang belum tersaingi.

Penyanyi kelahiran Bandung, 18 Oktober 1967, bernama asli Nicky Nastiti Karya Dewi yang kemudian lebih dikenal sebagai Nicky Astria ini ditemukan oleh Jelly Tobing (drummer Superkid) saat tampil di panggung Rally Rock Jakarta - Bandung, di Kartika Candra Theater, yang kemudian mengantar ke dunia rekaman lewat debut album Semua Dari Cinta (1984). Meski dari segi pasar hasilnya kurang memuaskan, tapi setidaknya album ini sudah menjadi tonggak awal perjalanan karir Nicky Astria menuju puncak sukses.

Baru di album berikutnya yaitu Jarum Neraka (1985) yang musiknya digarap Ian Antono (gitaris God Bless) mencetak sukses besar di pasaran, terjual di atas 250 ribu kaset. Bahkan album ini disebut-sebut sebagai album rock Indonesia pertama yang mampu mendobrak angka penjualannya menyaingi pop. Sekaligus menempatkan album ini sebagai album rock terlaris di ajang BASF Awards 1985. Disusul oleh album-album berikutnya seperti Tangan-Tangan Setan (1986) dan Gersang (1987). Lagi-lagi album ini mendapat penghargaan album rock terlaris di BASF Awards, sebuah ajang pemberian penghargaan bagi insan musik Indonesia yang digelar oleh perusahaan pita kaset BASF. Kesuksesan demi kesuksesan yang diraihnya akhirnya mengantarkan dan melambungkan Nicky Astria sebagai lady rockers papan atas.

Hingga kini Nicky Astria sudah merilis tak kurang dari 17 album dan single, seperti Semua Dari Cinta (1984), Jarum Neraka (1985), Cinta di Kota Tua (1985), Tangan-Tangan Setan (1986), Gersang (1987), Panggung Sandiwara (1989), Bias Sinar (1990), Gelombang Kehidupan (1990), Matahari dan Rembulan (1991), Rumah Kaca (1992), Gairah Jiwa (1994), Mengapa (1997), Suka (1998), Jangan Ada Angkara (1999), 1 Jam bersana Nicky Astria (1999), Samar Bayangan (2000) dan Kemana (2003). Serta beberapa single lagu keroyokan, seperti Rock Kamanusiaan (bersama Achmad Albar, Ikang Fawzi, Anggun C Sasmi, Renny Jayoesman, Gito Rollies, Iwan Fals dan Ian Antono), Jangan Beda Kami (bersama Achmad Albar & Ikang), Jangan Ada Luka (duet dengan Achmad Albar).

Apa yang dicapai Nicky Astria memang tidak lepas dari andil besar Ian Antono sebagai aranjernya. Dari sekian banyak album Nicky sebagian besar musiknya digarap gitaris God Bless ini. Sehingga tak heran bila kemudian warna Nicky Astria begitu melekat dengan musik Ian Antono. Selain Ian, musisi lain yang pernah dipercaya menggarap album Nicky yaitu Youngky Soewarno dan Sawung Jabo. Sementara di album Kemana?, musiknya dikeroyok oleh Joki Soeryoprayogo, Azis MS dan Power Metal.(lex)

Biografi PAS Band

KONON, KALAU bicara band indie yang sukses menembus pasar major dengan sukses, nama PAS BAND adalah nama teratas yang harus disebut. PAS Band mulai meniti karir dari panggung-panggung underground sejak 1989. Awalnya, band yang lahir di kampus Unpad yang diperkuat oleh Bambang (gitar), Trisno (bas), Richard Mutter (dram), dan Yuki (vokal) ini kebanyakan mengusung musik-musik beraliran keras macam hardcore.

GRUP yang mencampurkan warna musik rock, hip hop dan punk ini, Pas Band berdiri secara resmi pada tahun 1990. Pada tahun tersebut grup yang terdiri dari Beng Beng (gitar), Trisno (Bass), Yukie (vokal) dan Richard Muttler (drum) ini merilis album EP berbendera indie label dengan debut, Four Through The Sap. Sukses album indie tersebut, Pas Band kemudian masuk mayor label Aquarius. Hasilnya mereka mencetak tiga album sukses. Album kelimanya disebut album kenangan drummer Richard yang meninggal awal Februari 2000. Untuk menyukseskan album tersebut, Pas Band menggunakan additional player, Sandy (U Camp).

BERAWAL dari band kampus di Bandung, Pas mencoba masuk ke musik Indonesia. Kini kehadirannya mewarnai permusikan tanah air. Adalah Yukie sang vokalis yang selalu tampil maksimal dalam setiap konsernya. Dalam penampilan bersama Dave Ghrol dari Foo Fighter, ketika mereka sempat manggung bareng, mantan dosen Sastra Jepang di Unpad ini pernah membuat atraksi kontroversial dengan membuka celananya di tengah penonton. "Itu memang emosional dan spontanitas saja," kilahnya. Yukie memandang bermusik adalah suatu pekerjaan moral, "Yang harus bisa menjadi pencerahan batin dan pikiran buat semua yang mendengar. Soal easy listening atau tidak itu kembali pada transfer perasaan."

Personil lain, TRISNO, tidak memungkiri bahwa lagu yang dibawakan Pas Band banyak menampilkan nuansa yang 'janggal' di telinga orang awam. Hal tersebut karena mereka banyak dipengaruhi oleh permainan grup musik Perfect No More dan Red Hot Chili Pepers. "Warna musik Pas Band bisa dikatakan rock yang terkontaminasi. Ya terkontaminasi rock, jazz, maupun heavy metal," ujar Trisno. Sarjana sastra Jerman yang adik kandung Beng Beng ini mengaku pada awalnya terpaksa sering meminjam bas milik pemain lain sebelum manggung, "Saat itu kami belum serius. Namanya juga band mahasiswa yang manggung kalau ada rame-rame," ujar Trisno yang kini sudah mampu membeli sendiri peralatan keperluan band di Singapura.

Untuk meraih kesuksesan seperti sekarang, gitaris ini mengaku telah mengalami pasang-surutnya kehidupan band. Bahkan sempat ganti personel beberapa kali. Bukan berarti kreasi bermusik mereka terhenti bahkan lebih tertantang lagi untuk memberikan karya terbaik. Kini malah boleh dibilang grup musik asal kota kembang ini telah mengibarkan bendera "indie label" di tengah "major lebel" yang menguasai industri musik.

Grup yang memulai karirnya dari ajang Indie Lable ini mempunyai keistimewaan dari segi lirik-lirik mereka. Lirik yang mereka tawarkan banyak mengandung pesan-pesan moral yang dibalut dalam bahasa yang puitis. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran Yukie sang vokalis yang memang memberikan kontribusi terbesar dalam penciptaan lirik dari Pas Band.

Selain itu mereka juga memiliki kekuatan dari segi musik yang didukung oleh Bengbeng dengan permainan gitarnya yang cukup apik, Trisno dengan cabikan bassnya yang 'galak' serta Richard dengan gebukan drumnya yang menggebu dan sekarang posisinya digantikan oleh Sandy yang tak kalah bagusnya.

Sejalan dengan perjalanan waktu dan bertambahnya usia mereka, mereka mulai menunjukkan kedewasaannya dalam bermusik... Jika pada album pertama 'For Through The Sap' yang diikuti oleh masing-masing 'In (No) Sensation', dan 'IndiVduality' mereka menawarkan musik yang hingar bingar hampir diseluruh lagunya, mulai album 'Psycho ID' mereka menawarkan musik yang dapat dikatakan cukup pantas untuk ukuran mereka yang mulai memasuki usia kedewasaan.

PAS Band yang kini telah menghasilkan album dari label besar Aquarius. Bersama Puppen, Pure Saturday, Koil, Pas Band termasuk grup-grup awal yang sejak sekitar 1994-an terus bertahan dengan idealisme bermusik dengan membuat album sesuai selera band. Belakangan lagu Jengah atau Malam Tetaplah Malam dari album Pas terbitan Aquarius itu banyak digemari publik.

DI BANDUNG sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yang menjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya Studio Reverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio ini digagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketika semakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset, poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya.

Selain distro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yang rilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yang bertitel "Masaindahbangetsekalipisan." Band-band indie yang ikut serta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu- satunya band asal Jakarta.

Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lain PAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel "Four Through The S.A.P" ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya.

PAS Band kini menikmati kesuksesannya sebagai band indie yang mencuat. Malah, untuk hitungan jam manggung, band ini tergolong tinggi jam terbangnya. Sebagai band senior, mereka bisa jadi contoh konsistensi.

Biografi Ian Antono

Ian Antono atau lengkapnya Jusuf Antono Djojo adalah seorang musisi gitar handal yang kini bermain untuk grup musik God Bless, pinpinan Ahmad Albar. Namun begitu, kesuksesan Ian dilaluinya melewati Gong 2000, Sapta Nada, Bentoel Band dan AKA Band. Sebelum akhirnya mendarat pada grup yang kini ditinggal vokalisnya akibat kasus narkoba itu.

Lahir di Malang, Jawa Timur, 29 Oktober 1950, Ian pertama kali bergabung dengan musisi Abadi Soesman, sebelum kemudian pada 1970 hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan Bentoel Band. Baru pada 1974, Ian resmi menjadi gitaris God Bless, dan merilis album seperti Huma Di Atas Bukit (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1989). Dia juga sempat berduet dengan gitaris rock Eet Sjahranie dalam memainkan lirik God Bless.

Di tengah aktifitasnya di God Bless, Ian Antono juga aktif di Gong 2000 dan merilis album Bara Timur (1991), Laskar (1994) dan Prahara (1996). Kemampuan Ian di dunia musik seperti menjadi jaminan, dirinya tercatat pernah bekerja sama dan mengantarkan sukses album bagi Iwan Fals, Anggun C. Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gito Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzi dan lain-lain.

Sosok Ian Antono tidak bisa dipisahkan dari percaturan musik rock Indonesia. Kepiawaiannya memainkan gitar patut diacungi jempol. Melodi yang dimainkan begitu kuat dan berkarakter. Tak heran jika dia banyak menjadi sumber inspirasi bagi para grup band khususnya gitaris muda Indonesia. Bersama grup God Bless dan Gong 2000 Ian ikut andil dalam mewarnai perwajahan musik rock tanah air. Ian Antono secara mumpuni tak hanya sebagai gitaris tetapi juga arranger, komposer, dan produser. Nicky Astria dan Anggun C Sasmi adalah lady rocker yang lahir dari tangan dinginnya.

Kini sudah lebih dari tiga dasa warsa musisi yang dijuluki "Dewa Gitar Indonesia" ini berkiprah. Dan sudah ratusan masterpiece ia lahirkan dari tangannya. Sungguh sayang jika membiarkan karya-karya bernilai itu menganggur begitu saja menjadi katalog. Adalah Sony Music yang memprakarsai pembuatan sebuah album tribute untuk Ian Antono yang langsung mendapat dukungan antusias dari para musisi dan grup musik.

"Sudah lama kami berencana membuat album tribute untuk musisi Indonesia yang dianggap paling berpengaruh, dan Ian Antono adalah orang yang tepat. Banyak karyanya yang monumental dan masih dicari orang untuk dikoleksi. Untuk itu konsep album Tribute to Ian Antono ini adalah menampilkan karya besar Ian yang dibawakan secara khusus oleh para musisi dan band muda berpotensi, " jelas Jan N Djuhana, Senior A&R Director Sony Music.

Gayungpun bersambut. Ian Antono langsung menyodorkan tak kurang 50 lagu untuk dipilih. Dan terdapatlah 12 lagu hasil pilihan masing-masing band yang terlibat dimana kebetulan lagu-lagu itu mewakili perjalanan karir Ian Antono dari tahun 70 - 90-an.
"Dalam perjalanan saya sebagai seorang musisi, komposer, dan produser, inilah satu kebanggaan saya manakala mendapati lagu-lagu saya dibawakan oleh para musisi muda dengan warna dan karakter masing-masing,"ungkap Ian mengenai album ini.

Untuk lebih lengkapnya dapat disimak susunan lagunya berikut ini:

Rumah Kita - All ArtistAlbum Semut Hitam - God Bless (1987). Dengan aransemen yang apik, semua artis menunjukkan kebolehannya

masing-masing berkolaborasi membawakan lagu ini. Sebagai lagu yang sangat ngetop dan tak lekang dimakan jaman tak heran jika

Rumah Kita menjadi lagu jagoan dari album Tribute To Ian Antono.

Saksi Gitar Tua - Padi Album Bara Timur - Gong 2000 (1991)

Tertipu Lagi - GIGI Album Duo Kribo Vol.2 (Pelacur Tua) (1978)

Uang - Cokelat Album Uang - Happy Pretty (1986).

Bla-Bla-Bla - Edane Album Semut Hitam - God Bless (1987)

Menanti Kejujuran - Rebek Album Laskar - Gong 2000 (1993)

Neraka Jahanam - Yovie & Nuno Album Duo Kribo Vol. 1 (Neraka Jahanam) (1977)

Untuk Selamanya - The Collaboration Lagu tahun 87 ini sempat dibawakan oleh penyanyi Adolf Wemay

Yang Hilang - GallagasiAlbum Laguku - Ahmad Albar (1980) Gallagasi ini adalah band baru yang terdiri dari 3 personil Evan

Antono (drum), Rocky Antono (bass), yang tak lain adalah anak dari Ian Antono, dan Kurnia (vokal). Khusus di lagu ini Ian

Antono bertindak sebagai Arranger dan lead gitaris.

Zakia - Boomerang Album Zakia - Ahmad Albar (1979) Lagu dengan irama dangdut ini digubah total menjadi rock habis oleh

Boomerang, tentunya dengan ciri khasnya.

Panggung Sandiwara - Sheila On 7 Album Duo Kribo Vol. 3 1978

Suka - /rif Album Suka - Nicky Astria (1998)

Pengagum The Beatles ini hijrah ke Jakarta pada tahun 1969 bersama Abadi Soesman Band. 1971 ia bergabung bersama Band Bentoel, dan mulai meniti karir sebagai arranger antara lain dengan menggarap proyek untuk Emilia Contessa, Anna Matovani, dan Trio The Kings, 1974 bergabung dengan God Bles (formasi: Ahmad Albar, Donny Fattah, Ian Antono, Yockie S, Teddy Sujaya). God Bless merilis debut albumnya pertamanya dengan judul Huma Diatas Bukit pada tahun 1976. Setahun kemudian ia menggarap album Duo Kribo (Ahmad Albar & Ucok AKA Harahap) Vol. 1 dengan judul Neraka Jahanam yang melambungkan hit berjudul sama. Lagu ini menurut Ian sangat monumental karena menjadi cikal bakal tumbuhnya musik rock di Indonesia. Selanjutnya di tahun 1978 menggarap album Duo Kribo album Vol. 2 (Pelacur Tua), dan Vol. 3 (Panggung Sandiwara). Di tahun 1990 ia membentuk Gong 2000 dan merilis beberapa album.

Seputar sistem amplikasi gitarnya, Ian Antono bercerita, bahwa ia masih memboyong seluruh peralatan miliknya kemanapun ia manggung. "Walaupun pihak sound sistem juga sering menyediakan kabinet speaker yang secara spesifikasi sama, tapi saya lebih percaya menggunakan milik sendiri,"katanya. "Soalnya saya tahu persis kondisi seluruh peralatan saya. Saya pernah menggunakan kabinet speaker kepunyaan rental, meskipun secara fisik speakernya baik-baik saja, tapi soundnya berbeda. Seperti ada yang out of face gitu," katanya lagi."Waduh nyesel juga saya enggak bawa kabinet sendiri,"tegas Ian.

Kiprah Ian Antono dipanggung musik telah membuahkan banyak penghargaan antara lain BASF Award (1987 - 1988) untuk Arranger Terbaik dan Komposer Terbaik untuk album Gersang (Nicky Astria), HDX Award (1989) untuk lagu Buku Ini Aku Pinjam (Iwan Fals), BASF Awards (1992) Album Bara Timur (Gong 2000) sebagai The Best Selling Album dan The Best Arranger & Composer, HDX Award (1994) untuk album Laskar (Gong 2000) sebagai Album Terbaik. Yang tak kalah penting adalah penghargaan dari Diamond Achievement Award atas dedikasi dan prestasi tinggi di dunia musik di tahun 1995.

Musik memang sudah menjadi bagian hidup Ian Antono. Meskipun kini kegiatannya tidak seaktif dulu, Ian Antono masih terus mengikuti perkembangan musik. Kegiatannya saat ini adalah mengarahkan kedua anaknya Evan Antono dan Rocky Antono yang mengikuti jejaknya menjadi musisi.
Dengan dirilisnya album TRIBUTE TO IAN ANTONO, ia mengharapkan ada tindak lanjut lagi, dalam bentuk konser dimana semua band dan musisi yang tergabung dalam album itu manggung bareng.